Cinta Rasulullah—rindu Yang Tak Terperi

A Ayatullah Nurjati Ayatullah Nurjati
0 Altın Yaprak
Rindu ini membuncah, menggurita dan bergema ke seluruh jagat semesta dan penjuru dunia Rindu tak pernah berujung seolah terbujur kaku dalam rotasi waktu yang berdetak Rindu mengalir deras dirasa oleh setiap insan manusia Rindu yang selalu tertambat hasrat mengalir diagungkan oleh para penyajak Rindu selalu tak pernah dipersalahkan dengan fakta cinta fobia, kecintaan pada Sang Utusan layaknya megalomania Rindu komplain ke perasaan kemudian mengadu ke hati bagian dari organ tubuh berbahan dasar darah, daging dan yang telah bercampur amoniak Rindu mengenyahkan rasio dan perasaan yang ada dan setiap insan akan merasa bersedia Yang mencintanya, mengasihi kepada sang kekasih tak akan mengharapkan cintanya kembali, karena murninya sampai riang gembira dan bersorak Rindu, Silahkan kalian definisikan dalam wacana teoritis dan praktis karena itu adalah pemberian Tuhan dan itu tak terperi, selalu saja berbahagia Rindu hijau usang telah tertambat dan menepi menyiarkan sebuah kabar nan spesifik dan berwatak Madu cinta dalam cawan candu di mihrab perjamuan cinta dihadiri oleh para Malaikat diselingi sholawat mania Sampai Akhir Hayat Beliau selalu merefleksikan kecintaan kepada umatnya, Begitu kentara seolah beliau hadir dalam setiap runutan peristiwa ketika kita diagungkan dan dilafadzkan berjamaah lewat Sirah Nabawiyah yang terangkum dalam Al Barjanzi seraya diagungkan Sang Khalik sebagai Dicinta dan Dirinya sebagai Pecinta —Tak berjarak Quatrain A B A B, A B A B, A, B, A, B SLIPI,12 RABIUL AWAL 1443 H (19 Oktober 2021) .8: 25 Pagi

Bu şiire çeviri ekle ·

Bu şiiri puanla

Henüz puan verilmemiş

Yıldıza dokunarak 1–10 arası puan ver

Yorumlar

Yorum yapmak için giriş yapmalısın.

Giriş yap

Bu şiire henüz yorum yapılmamış. İlk sen ol.

Sana daha iyi bir okuma deneyimi sunabilmek için sitemizde çerez kullanıyoruz. Kişisel verilerin KVKK ve GDPR kapsamında işlenir; hangi çerezlere izin verdiğini dilediğin zaman değiştirebilirsin.